Senin, 21 Juni 2010

“ HIKMAH DI BALIK JILBAB MU “

Jilbab dapat diartikan sebagai pakaian yang luas untuk wanita yang dapat menutupi pakaian rumahnya seperti milhafah (mantel). Kriteria memakai jilbab yang benar adalah harus menutup seluruh badan kecuali muka dan kedua telapak tangan. Dan jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak boleh tipis dan ketat yang bisa menampakkan bentuk tubuh. Jilbab juga tidak boleh disemprot dengan parfum. Tidak boleh menyerupai pakaian kaum pria, dan juga tidak boleh dipakai untuk mencari popularitas.Kalau kita lihat dari beberapa kriteria diatas memang cukup banyak yang harus kita patuhi. Menjadi muslimah memang cukup banyak aturannya, tapi kalau menurut saya adalah kembali ke diri masing - masing. Tergantung dari niat masing - masing. Saya disini bukan bermaksud menggurui, hanya saja saling mengingatkan satu sama lain. Karena saja juga masih tahap belajar dan ingin mendalami lebih jauh dalam hal ini.

Sebagaimana telah terdapat dalam Al Qur'an surat Al-Ahzab ayat 59 yang artinya disebutkan sebagai berikut: Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dizaman modern atau globalisasi sekarang ini, terjadi peningkatan pemakaian jilbab yang cukup fantastik. Dapat kita lihat dijalan, dipusat perbelanjaan, ditempat rekreasi, diperkantoran, disekolah, dikampus, dan ditempat – tempat lainnya. Akan terlihat betapa banyak wanita yang mengenakan busana muslim atau yang mengenakan jilbab.Dapat kita bandingkan dengan pemerintahan presiden Soeharto. Bukankah kita sulit menemui muslimah berjilbab? Karena pada saat itu muslimah memang tidak diberi kebebasan untuk mengenakan jilbab terutama di sekolah, di kampus, di instansi pemerintahan.
Ketika reformasi datang, akhirnya dapat kita peroleh dengan perjuangan yang panjang tentunya. muslimah berjilbab pun sudah tidak memandang golongan lagi. Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, pegawai pemerintahan, ibu-ibu pejabat, hingga para selebritis pun ramai-ramai mengenakan jilbab.
Jika kita perhatikan, dibalik semaraknya penggunaan jilbab saat ini, ada sesuatu yang mengerikan. Ada penurunan kualitas jilbab saat ini. Jika dulu, muslimah yang berjilbab tidak banyak namun insyaAllah berjilbab dengan benar sesuai dengan syari’at, tetapi sekarang sebaliknya. Muslimah yang berjilbab banyak, namun jilbabnya belum sesuai dengan syari’at.
Betapa sering dan banyak kita melihat muslimah yang kepalanya tertutup bahkan seluruh tubuhnya, namun auratnya malah semakin kalihatan. Jilbabnya transparan, pendek, lalu diikatkan ke leher. Serta busana yang dikenakan bukan untuk menutupi tapi bisa dikatakan hanya sebagai pembungkus tubuh saja.
Tubuh wanita ibarat perhiasan yang sangat berharga, jika diperlihatkan bagitu saja dikhalayak ramai tanpa pengamanan jelas mengundang bahaya. Suatu kejahatan bukan saja terjadi karna niat sipelaku, tapi ada peluang dan kesempatan. Yang tidak berniat jahat namun peluang dan kesempatan terus-menerus dihadapannya lambat laut akan terjadi juga.
Maka tidak heran, bila kita mendengar kabar atau berita yang telah terjadi, seperti perzinahan, pemerkosaan, pelecehan sexsual, perselingkuhan, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan cara berpakaian muslimah yang tidak selayaknya untuk dipakai. Seandainya saja para muslimah mengetahui manfaat serta hikmah busana yang dikenakan, maka itu akan dapat menjaganya didunia dan akhirat,
Maksud daripada berjilbab adalah untuk menutup tubuh wanita dari pandangan laki-laki. Jadi, bukan yang tipis, yang pendek, yang ketat, tau berkelir serupa dengan kulit, mau- pun yang bercorak dan yang bersifat mengundang penglihatan laki-laki. Harus yang longgar, sehingga tidak menampakkan tempat- tempat yang menarik pada anggota tubuh.

Sering ditemui adanya perempuan yang berjilbab dengan pakaian ketat, pakaian yang berkaos, ataupun menggunakan pakaian yang tipis, sehingga walaupun perempuan tersebut telah menggunakan jilbab, tapi lekuk-lekuk tubuh mereka dapat diamati dengan jelas. Dan bahkan ada juga perempuan yang berjilbab dengan menggunakan celana panjang bahkan terkadang memakai celana jeans. Yang perlu ditekankan dan telah diketahui dengan jelas bahwa celana jeans bukanlah pakaian syar'i untuk kaum muslimin, apalagi wanita. Banyak wanita muslimah di sekitar kita yang memakai jilbab bersifat temporer yaitu jilbab dipakai hanya pada saat tertentu atau pada kegiatan tertentu, seperti; kendurian, acara pengajian kampung dsb, setelah itu jilbab dibuka dan yang ada kebanyakan jilbab tersebut sekedar mampir alias tidak sampai menutup rambut atau menutup kepala. Terkadang, kalau ditanyakan kepada mereka, mengapa kalian berbuat yang demikian, tidak memakai jilbab yang syar'i, padahal telah mengetahui bagaimana jilbab yang syar'i, maka sering didapati jawaban, Yaa, pengen aja, atau Belum siap, atau Mendingan begini daripada tidak memakai jilbab sama sekali. Namun di sisi lain jilbab yang sesungguhnya harus memenuhi prasyarat jilbab syar'i sebagaiman tersebut di atas seakan telah berubah fungsi dan ajaran, banyak sekali dan telah bertebaran dimana-mana jilbab yang bukan lagi syar'i tapi lebih terkesan trendy dan mode atau lebih dikenal dengan jilbab funky yang kebanyakan dari semua itu adalah menyimpang dari syarat-syarat syar’i jilbab yang sebenarnya.






Berikut ini beberapa hikmah dari diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah :
a) Sebagai identitas seorang muslimah
Allah memberikan kewajiban untuk berjilbab agar para wanita mukmin mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannya dengan orang-orang non muslim.
b) Meninggikan derajat wanita muslim (muslimah)
Dengan mengenakan jilbab yang menutup seluruh auratnya dan tidak membuka auratnya di sembarang tempat, maka seorang muslimah itu bagaikan sebuah batu permata yang terpajang di etalase yang tidak sembarang orang dapat mengambil dan memilikinya. Dan bukan seperti batu yang berserakan di jalan dimana setiap orang dapat dengan mudah mengambilnya, kemudian menikmatinya, lalu membuangnya kembali.
c) Mencegah dari gangguan laki-laki tak bertanggung jawab
Hal ini mudah dipahami karena dengan seluruh tubuh tertutup kecuali muka dan telapak tangan, maka tidak akan mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berperilaku yang berlebih-lebihan. Sehingga kejadian-kejadian seperti perkosaan, perzinaan, dan sebagainya dapat dihindarkan.
d) Memperkuat kontrol sosial
Seorang yang ikhlas dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya khususnya dalam mengenakan busana muslimah, Insya Allah ia akan selalu menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga apabila suatu saat dia melakukan kekhilafan maka ia akan lebih mudah ingat kepada Allah dan kembali ke jalan yang diridhoiNya.

3. PENUTUP

Semoga wanita muslimah selalu menutup auratnya dan menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang syari’a islam. Jilbab adalah mahkota Agama bagi kaum wanita muslimah. Untuk itu jaga dan peliharalah mahkota yang muslimah kenakan, Karena dengan Jilbab kita akan terhindar dari segala perbuatan yang dilarang agama. Dalam artikel ini masih banyak lagi kekurangan- kekurangan, untuk itu saya sebagai penulis mohon saran dan kritiknya bagi siapa saja yang membacanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar